Selasa, 14 Desember 2010

perang gaza berkobar,militer israel dalam kepedihan

Sekarang tentara Israel menghadapi serangan baru dengan bom bunuh 
diri, yang mulai dipraktekan dalam perang di Gaza.
Sekarang tentara Israel menghadapi serangan baru dengan bom bunuh diri, yang mulai dipraktekan dalam perang di Gaza.
GAZA (Suaramedia) Perang kota telah pecah di Gaza. Perang di jalan-jalan, dari gedung ke gedung , dan rumah ke rumah terjadi di kota Gaza. 11 tentara Zionis Israel luka luka akibat serangan pasukan Hamas. Pertempuran semakin berkecamuk di balik-balik gedung dan rumah. Sepanjang malam tembakan senjata, artileri, dan tembakan rudal serta missil, tanpa henti. Perang ini yang paling hebat.
Para pejuang Hamas dan Mujahidin berusaha menghadapi serangan dan ovensif tentara Israel yang mencoba masuk kota Gaza, sampai menjelang dini hari. Diberitakan, 25 tentara Zionis Israel terluka, akibat terkena reruntuhan gedung yang diledakkan oleh pejuang Hamas, dan 6 tentara Zionis Israel lainnya mengalami cedera, juga akibat rumah yang ambruk,
terkena tembakan senjata anti tank pejuang Hamas. Pertempuran yang berkecamuk sangat hebat itu, memaksa tentara Israel, mengurungkan ovensifnya masuk lebih dalam ke kota Gaza.
Dengan terus bertambahnya jumlah korban di fihak tentara Zionis Israel, yang berada di Gaza, menyebabkan sejumlah pemimpin senior militer Israel, dan Menhan Ehud Barak, menginginkan segera mengakhiri perang yang dahsyat di Gaza. Para pemimpin militer Israel,
bahwa para pejuang Hamas mendapatkan pasukan dari Mesir, yang mereka selundupkan melalui terowongan-terowongan yang dibangun para pejuang Hamas. Militer Zionis Israel, mengklaim telah menghancurkanu75% terowongan yang ada di Rafah, melalui serangan udara,
yang menggunakan bom penghancur bunker-bunker, yang mereka gunakan melalui serangan udara. Para pemimpin militer juga yakin berhasil menghancurkan tempat-tempat strategis yang menjadi pusat kegiatan Hamas.
Perang yang sudah berlangsung selama 20 hari itu, hanyalah menghancurkan bangunan-bangunan, dan infrastruktur yang ada, dan belum mampu mengakhiri kemampuan militer yang dimiliki Hamas.
Meskipun demikian, para pemimpin Israel merasa cukup puas dengan kehancuran yang sekarang terjadi di Gaza. "Memerlukan waktu yang lama, bertahun-tahun Hamas untuk dapat memulihkan kekuatannya", ujar seorang pejabat militer Israel.
Sekarang tentara Israel menghadapi serangan baru dengan bom bunuh diri, yang mulai dipraktekan dalam perang di Gaza. Di dekat kamp Shati, dua orang Palestina meledakkan dirinya di dekat kerumunan pasukan Israel, tidak disebutkan jumlah korban akibat bom itu.
Perang yang berkecamuk di Gaza, terus memakan korban baru bagi tentara Israel, jadi bukan hanya muslim Palestina yang menjadi korban, tentara Israel punmenjadi korban perang. Mereka harus merasakan seperti yang dialami muslim Palestina yang mereka bunuhi secara brutal.
Militer penjajah Zionis Israel mengakui tidak kurang dari 15 komandan dan serdatunya terluka dalam pertempuran yang berlangsung di pinggiran kota-kota Palestina di Jalur Gaza, selama upaya mereka untuk memasuki kota-kota tersebut.
Sumber-sumber media Israel mengatakan, di antara serdadu yang terluka adalah Komandan Militer Batalyon 101, kesatuan elit dari pasukan payung di militer Israel, dan 9 anggota militer lainnya dari komandan dan serdadu. Militer Israel juga mengakui perlawanan sengit yang dilakukan para pejuang Palestina.
Harian Israel Yedeot Aharonot yang menurunkan berita ini menyebutkan, pertempuran serngit yang terjadi Selasa (13/01) malam antara pasukan militer Israel dan para pejuang perlawanan Palestina, mengakibatkan serjumlah anggota militer Israel terluka. Aharonot menyebutkan 3 di antaranya adalah komandan, 2 dalam kondisi sangat parah.
Sementara itu pihak militer Israel memberlakukan prosedur ketat peliputan dan penyiaran media atas kerugian yang dialaminya dalam pertempuran yang berlangsung di Jalur Gaza. Smapai saat ini pihak militer Israel mengakui 11 anggota militer tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka. (erm/Hrtz/infp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar