Sabtu, 02 April 2011

ALASAN KEBENCIAN IBLIS PADA MANUSIA


"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." (QS. 35-11)

Diawal penciptaan Adam as, Allah memerintahkan iblis sujud kepada Nabi Adam as. tetapi iblis menolak " "Apakah tidak lebih utama aku daripada dia! Engkau jadikan aku dari Api dan dia dari tanah."

Allah Ta'ala berfirman; "AKU melakukan sesuatu sesuai dengan yang Ku kehendakai."

Ibis berpendapat bahwa dirinya lebih mulia dibanding Adam as. Iblis lalu berdiri membelakangi Adam karena berbangga diri dan sombong, ia tidak mau sujud kepada Adam as. Sementara para malaikat sujud pada Adam as amat lama. Ketika malaikat bangkit dari sujud, Iblis masih tetap berdiri, kemudian malaikat sujud yang kedua dan sujud syukur, tetapi iblis masih tetap berdiri dan berpaling amat berbangga diri tanpa menyesal sedikitpun.

Kemudian Allah merubah bentuk wajah iblis dari mulanya indah, tampan, cemerlang, bersayap empat, pandai, ahli ibadah dan simbol kebanggaan para malaikat menjadi wajah babi hutan ; kepalanya seperti unta, dadanya seperti punukk unta besar, wajahnya antara dada dan kepala seperti kera, kedua matanya melotot seluas wajahnya, lubang hidungnya lebar seperti alat bekam, bibirnya seperti bibir lembu, taringnya seperti babi hutan dan janggutnya hanya ditumbuhi tujuh helai rambut.

Kemudian Allah mengusirnya dari surga, dari langit, dari bumi dan dari semua wilayah. Ia tidak bisa masuk bumi kecuali secara sembunyi-sembunyi, dan dilaknati sampai akhir kiamat.

Sebuah Kisah: Iblis pernah mendatangi Nabi Musa as. Ia berkata; "Engkau adalah manusia utusan Allah, dan Dia telah berfirman kepadamu secara langsung."

"Ya, benar. Apa yang kamu inginkan, dan siapa kamu!" kata Musa as. "Aku iblis wahai Musa! Dan katakan kepada Tuhanmu, ada diantara mahluk-Mu yang ingin bertobat."

Kemudian Allah menurunkan wahyunya kepada Nabi Musa as. "Katakan padanya bahwa Aku akan menerima permohonannya. Tapi perintahkan dia untuk sujud kepada kuburannya Nabi Adam as. Kalau dia mau bersujud, maka AKu akan menerima tobatnya."

Sesungguhnya siksaan iblis didalam neraka amatlah pedih. Ada yang bertanya, "Bagaimana engkau merasakan siksa Allah."

"Seberat-beratnya siksa yang pernah terjadi." jawab iblis.

"Sesungguhnya Adam sekarang ada di taman Surga, pergilah engkau menghadap dan sujudlah kamu padanya, dan ajukan senggang waktu sampai engkau diampuni.

Ternyata dia masih menolak. Siksanya makin dahsyat sekaliber 70.000 kalo lipat siksa penghuni neraka. Salah satu hadist menyebutkan; bahwa Allah mengeluarkan iblis dari neraka setiap 100.000 tahun sekali. Juga mengeluarkan Adam as dan Dia memerintahkan iblis untuk sujud kepada Adam as. Namun iblis tetap menolak, lalu ia dimasukkan lagi ke dalam neraka.

Diriwayatkan juga, sesungguhnya iblis pernah berdoa memohon keringanan hukuman ; "Wahai Allah, Engkau sudah mengeluarkan aku dari surga karena masalahku dengan Adam, dan aku tidak bisa menguasai dia kecuali dengan Penguasaan-Mu. Berilah aku sedikit keringan."

Allah berfirman ; "Engkau bisa menguasai Adam, maksudnya anak cucunya untuk menjaga kenabiaan bapak-bapak mereka."

"Tambahkan untukku!" kata iblis.

"Tidak dilahirkan anak Adam kecuali anakmu juga lahir sama banyak dengan anak Adam," Firman-Nya.

"Tambahkan lagi untukku," pinta iblis lagi.

"Dan mereka (hati mereka) merupakan rumahmu, dan engkau bisa berjalan melewati aliran darah mereka." Firman Allah.

"Tambah lagi untukku." kata iblis.

Firman Allah Ta'ala; "Siapkan pasukan berkudamu dan pasukan berjalan kaki untuk menghadapi anak cucu Adam." Gunakan harta sebagai sekutumu untuk menghadapi mereka, dengan mendorong mereka sampai masuk ke arah yang haram."

Dan untuk anak-anak remaja: arahkan mereka ke jalan yang haram seperti senggama dalam waktu haid, berbuat syirik dari segi manapun, arahkan mereka pada keyakinan yang salah, pekerjaan tidak halal, beri mereka janji-janji yang bathil dan tidak benar mengenai syafaat Ketuhanan, mengandalkan nenek moyang mereka, menjauhi tobat dan banyak hayalan."

"Semua itu adalah jalan untuk menyesatkan mereka (anak cucu adam), yang seolah-olah Tuhan berkata: "Berbuatlah sekehendakmu...." (QS. 41:40)

Adam mengajukan sarat; "Wahai Tuhan, sungguh Engkau telah memberikan kekuasaan pada iblis atas keturunanku, dan akupun tidak mungkin menolaknya kecuali atas pertolongan-Mu.

Allah Ta'ala berfirman; "Tidak dilahirkan seorang anak, kecuali aku menyerahkan anak itu kepada malaikat yang akan selalu menjaganya."

"Tambahkan untukku, ya Tuhan! Pinta Adam as.

"Setiap kebajikan memperoleh lipatan 10 kali."

"Tambahkan lagi, ya Tuhanku!"

Allah berfirman, "Aku selalu menerima tobat anak-anakmu sebelum nyawa mereka lepas dari badan."

"Tambahkan lagi, ya Allah!" kata Adam as.

"Aku akan mengampuni mereka, dan aku tidak peduli seberapa besar kesalahan mereka."

"Kalau begitu aku sudah merasa cukup." Kata Adam as.

Pinta iblis lagi, "Wahai Tuhan, ciptakan utusan-utusanku dari anak cucu Adam."

Firman Allah; "Tukang Nujum dan sihir."

"Apa Kitabku! Kata Iblis

"Tahi lalat ciptaanmu," Firman Allah Ta'ala.

"Apa hadistku!"

"Kebohongan," Firman-Nya.

"Apa Quranku!

"Nyanyian," Firman-Nya.

"Siapa mu'adzinku!" Kata iblis.

"Seruling," firman-Nya.

"Dimana Masjidku!"

"Beberapa pasar." Firman-Nya.

"Dimana rumahku!"

"Tempat pemandian." Firman-Nya

"Apa Makananku!"

"Semua makanan yang tidak menyebut Asma-Ku." Firman Allah

"Apa minumanku!

"Yang memabukkan." Firman-Nya.

"Apa perangkapku....! kata iblis terakhir

"Wanita! jelas-Nya.

Inilah yang menjadi penyebab kebencian iblis pada bangsa manusia, dan sebagai akibatnya Adam dan Hawa diturunkan ke bumi sebagai buah kesalahannya memakan buah khuldi. Adam dan Hawa harus menghabiskan sisa usianya di bumi dengan mengembang tugas sebagai khalifah di bumi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar